*** Giana tidak tahu sejak kapan Gama meninggalkan rumah besar keluarga Pradipta, tetapi sejak mertuanya bertanya mengendai keberadaan lelaki itu, Giana tidak tahu harus menjawab apa. Bisa saja dirinya mengatakan bahwa Gama telah meninggalkan rumah, tapi di samping mertuanya ada neneknya yang sengaja dipaksa menginap oleh Diandra. “Gia?” karena terlalu lama membungkam mulut tanpa menjawab pertanyaannya, Diandra kembali menegur Giana. “A … ada Ma, di kamar,” jawaban terbata itu seharusnya bisa membuat Diandra sadar bahwa Gama sudah tidak di tempat ini lagi. Biar Diandra tebak, putranya itu pasti tengah berlari mengejar kebodohannya. Bagaimana tidak? Sudah sejelas ini Dea membodohinya, tetapi Gama masih saja tidak membuka mata. Entah guna-guna seperti apa yang Dea berikan hingga membuat

