Aku tidak menunggu kau berkata i love you. Namun yang kunantikan sampai detik ini adalah kau mengucapkan akad agar membawaku lepas dari ikatan orang tuaku. Pedih. Lagi-lagi itu kata yang muncul di hati Sofi ketika ibunya mulai meminta uang kepadanya. Gaji yang keluar sebelum akhir bulan kemarin sudah habis ia alokasikan untuk segala hal yang dibutuhkan. Lalu kini yang tersisa di dalam tabungannya hanya untuk ongkos dan sedikit untuk jajan. Tapi pagi ini Sofi kembali ingin menangis. Sebelum dia berangkat kerja, Ibunya menghadang kembali. Memasang wajah penuh permohonan sambil meminta uang tambahan yang katanya ia akan gunakan untuk membayar koperasi. Sofi dalam hati menjerit, memang seberapa banyak uang yang bisa mencukupi semua kebutuhan orang tuanya. Ia rasa sudah lebih dari cukup a

