Bab 10. Kok Perih ya?

1226 Kata

Kuharap dari kenyataan ini, aku bukanlah sebuah koma dalam perjalanan cintamu.   Pagi-pagi wajah Sofi sudah terlihat lesu. Tiga hari melakukan pameran,  membuat tubuhnya terasa remuk. Wajah kantuknya pun tidak bisa dia tutupi walau sudah tertutup oleh alas bedak. Sambil membuka rolling door yang begitu tinggi, berulang kali Sofi menguap. Air matanya keluar, menahan kantuk yang tidak kunjung hilang. Hari ini adalah hari senin. Dia harap dalam mode shift lemburnya, keadaan outlet tidak begitu ramai. Sofi menginginkan hal tersebut bukan berarti dia mendoakan yang jelek-jelek untuk tokonya. Namun, dia hanya butuh sedikit waktu senggang untuk istirahat. Ketika rolling door akan Sofi dorong ke atas, sebuah tangan laki-laki membantunya dari belakang. Sofi meliriknya, ada wajah Rama yang begi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN