Kau sama seperti hujan, yang tidak pernah menjanjikan hadirnya pelangi setelah badai berakhir. Duduk berdua, saling berhadapan seperti layaknya sepasang kekasih sungguh membuat Sofi gugup. Setelah Nevan meminta waktu ketika ia istirahat untuk makan siang, akhirnya kedua memilih salah satu restaurant bertema ikan sebagai tempat mereka makan siang sembari berbicara. Nevan sengaja sejak tadi diam, memberikan Sofi waktu untuk bercerita. Kedua tangannya ia lipat di atas meja kayu berwarna cokelat dan digunakan sebagai sandaran dagunya. Tatapan matanya tajam, menusuk ke manik mata Sofi yang tengah diserang kegugupan. "Anak kecil yang tadi Mas Nevan bawa di mana dia?" tanya Sofi pada akhirnya. "Namanya Clara. Dia keponakanku. Barusan aku titipkan di tempat bermain anak di lantai 3." jawab

