28. Sentuh Aku (Alexa)

1690 Kata
Leon yang baru saja tahu dimana keberadaan istrinya, dengan cepat Ia bergegas menuju kamar tersebut. Ternyata Rey memang sudah menyiapkan semunaya, bahkan Ia menyiapkan dua orang bodyguard yang menjaga pintu kamar tersebut. Namun kedua pria itu sama sekali tidak seimbang saat mereka berhadapan dengan Jack. “Singkirkan mereka! Aku akan masuk untuk menyelamatkan istriku.” “Baik tuan!” Melihat kedatangan Leon dan Jack, dua bodyguard yang di sewa Rey mulai siaga. Sampai akhirnya Jack langsung melumpuhkan keduanya dan Leon masuk tanpa hambatan. Hal bodohnya adalah, Rey sama sekali tidak mengunci pintu kamar tersebut, dan itu benar-benar membuat Leon dengan sangat mudah masuk dan melihat Alexa yang terbaring tidak berdaya dengan gaun yang mulai tersingkap. “Hentikan tangan mu, jika kau masih ingin hidup!!” teriak Leon saat ia berjalan mendekati Alexa. ‘Leon...’ batin Alexa. Gadis itu tersenyum, Leon datang di waktu yang tepat dan menyelamatkan Alexa sesuai janjinya. “Siapa kau?” Rey berdiri dengan amarah yang besar. “Pengawal!! Singkirkan pria tidak waras ini!” lanjut Rey. Pria itu belum mengenali siapa yang saat ini berdiri di hadapannya. Hal itu tentu saja membuat Leon merasa jijik pada pria bodoh seperti Rey. Beberapa menit kemudian Jack kembali dengan menepuk kedua tangannya, seakan ia baru saja memegang hal yang menjijikan. “Bereskan dia, Jack!” “Baik tuan muda.” Jack membawa Rey keluar dan entah apa yang pria itu lakukan. Mungkin Rey akan mengalami cedera serius jika Jack memang menghajarnya, atau mungkin Rey akan langsung mendapat peti mati di hari berikutnya. “Ale... Bangun! Sadarlah,” Leon berusaha untuk membuat gadis itu sadar, beberapa kali Leon menepuk pipi Alexa namun yang terdengar hanya erangan kecil dibarengi tangannya yang bergerak liar di tubuh Leon. “Leon...” lirihnya. “Ya, ini aku Ale! Bangunlah,” Leon menyentuh Alexa dan gadis itu merasa tubuhnya menginginkan lebih. Tanpa berpikir panjang, Leon langsung membopong Alexa meninggalkan hotel tersebut. Jika saja Heru tidak ikut campur, mungkin Alexa tidak akan mengalami hal ini dan Rey akan mendapatkan pelajaran yang berharga. Leon mengemudi dengan kecepatan tinggi. Ia benar-benar ingin segera keluar dari dalam mobil dan mejauh dari Alexa yang tidak bisa diam. Tangannya terus saja mengusik jiwa lelaki Leon, bahkan pria itu bersikap untuk tetap waras setelah Alexa menyentuh keperkasaan miliknya. Ia melirik arloji yang melingkar dipergelangan tangannya. Leon mengumpat saat ia melihat jika sekarang belumlah terlalu malam. Di villa nya, saat ini Aji pasti sedang berada di depan televisi dan baru selesai makan malam. Leon tidak akan mungkin membawa Alexa yang seperti ini di hadapan Aji. “Jack! Aku akan mencari hotel. Tidak mungkin Alexa aku bawa pulang ke villa. Katakan saja pada papa jika kami ingin menginap di hotel. Itu pun kalau papa bertanya,” ucapnya pada bandul kalung istimewa itu. “Maafkan aku, Ale. Aku sudah gagal menjaga mu hari ini.” Penyesalan yang teramat dalam saat ini dirasakan oleh Leon. Ia benar-benar tidak menyangkan jika Rey akan melakukan hal keji seperti ini. Dalam video itu dengan jelas terlihat jika Rey menyuap beberapa pekerja hanya untuk mendapatkan Alexa. *** Sesaat setelah kepergian Jack, seorang pelayan membawa nampan berisikan berbagai jus. Selain itu juga ada wine dalam nampan tersebut. Tenggorokan Alexa yang terasa sangat kering akhirnya memanggil pelayan tersebut dan menerima gelas yang disodorkan pelayan tanpa Ia memilihnya. Alexa benar-benar tidak berpikiran buruk pada pelayan tersebut. Ia hanya tetap waspada jika melihat Rey mendekat, maka Ia harus pergi dan menjauh sampai Leon atau Jack kembali menjaganya. Jus itu langsung membasahi kerongkongannya yang sejak tadi telah kering. Untuk beberapa saat Alexa hanya merasakan kesegaran dari minuman tersebut dan beberapa menit kemudian ia merasa ada yang tidak benar dengan tubuhnya. Kepalanya mulai terasa berat, dan suhu ruangan terasa lebih panas secara tiba-tiba. Sebelum ini, Alexa bisa merasakan kesejukan dalam ruangan tersebut, tapi mengapa sekarang sepanas ini? “Tuan, jika ada pria yang mencari saya, tolong katakan padanya saya ke toilet sebentar.” “Baik nona.” “Terima kasih banyak.” Alexa meninggalkan meja itu dengan membawa beberapa barang miliknya. Ia berjalan lebih cepat untuk menghindari Rey dan beberapa orang yang bisa saja menangkapnya. Tapi kondisi Alexa semakin menurun. Kepalanya terasa semakin berat, pandangannya mulai kabur dan Ia mulai kehilangan kontrol atas tubuhnya sendiri. Benar saja, tidak berselang lama Jack datang dan menanyakan dimana Alexa berada. Dan ia bergegas pergi untuk mencari gadis itu. Dengan segala cara Alexa berusaha untuk tetap dalam kesadaranya. Ia berjalan dengan berpegangan pada dinding untuk mencapai tempat mencuci tangan. Dengan tidak terkendali, ia membasih wajahnya beberapa kali. Mengusapkan air pada lehernya, berharap hawa dan rasa aneh yang Ia rasakan mereda. Tapi ternyata Alexa sama sekali tidak bisa melakukan itu. Hawa panas dari dalam tubuhnya terasa semakin menjadi. Alexa berusaha untuk tenang, tapi nyatanya Ia sulit melakukan itu. Desakan dari dalam tubuhnya meminta hal tidak waras yang tentu saja Ia tolak sekuat tenaga. “Tolong... Ahhh... A-aku tidak tahan lagi,” gumamnya dengan tangan yang terus menyentuh anggota tubuhnya sendiri. Napas Alexa mulai tersengal-sengal, tubuhnya merosot di lantai dengan tangan yang tahan dengan memeluk lututnya keras. Demi bertahan dalam kewarasannya, Alexa bahkan harus menyakiti dirinya sendiri dan masuk pada salah satu bilik toilet. Ia menggigit tangannya hingga membiru, tapi rasa sakit itu hanya membuatnya sadar sejenak. Punggung gadis itu menegang saat terdengar seseorang memasuki toilet dimana Ia berada. Ia benar-benar dalam kondisi tidak berdaya, dan betapa bahagianya Alexa saat melihat seorang office girl yang masuk dan kini mereka hanya saling menatap. “Nona! Apa yang terjadi, apa anda baik-baik saja?” tanya perempuan tersebut. “A-aku sakit! Tolong aku,” lirih Alexa masih dalam posisi yang sama. “Ayo bangun nona, duduklah di sini dan saya akan memanggil rekan saya untuk membantu membawa anda keluar.” Alexa bangkit dan duduk di atas kloset, menunggu bantuan yang di janjikan perempuan berseragam office girl itu. Terdengar derap langkah seseorang, dan saat itu Alexa merasa sudah benar-benar tersiksa. “Apa yang terjadi pada mu adik ku sayang?” Alexa menggigil ketakutan saat mendengar suara itu. Rey. Pria yang saat ini berdiri di hadapannya adalah Rey. Lalu dimana perempuan tadi? Apa mungkin mereka berdua telah bersekongkol untuk melakukan ini padanya? “Jangan mendekat!” seru Alexa. “Oke, oke!! Aku tidak akan mendekat. Tapi bagaimana kau bisa menahan diri mu jika aku tidak mendekat.” “Apa maksud mu?” mata Alexa membulat sempurna saat melihat Rey menunjukkan satu toples berukuran sangat kecil dengan beberapa butir obat di dalamnya. ‘Oh God! Seharusnya aku menyadari jika ini adalah jebakan dari Rey,’ batin Alexa. Tubuh Alexa semakin lemah, dan hasratnya semakin menggila. Rey benar-benar membuat gadis itu tersiksa karena pengaruh obat penambah g*irah yang sengaja Rey masukan ke dalam jus yang diberikan oleh pelayan itu pada Alexa. “Jadi semua ini ulah mu, Rey?!” Alexa menahan dirinya yang hampir saja menggila, karena mendambakan sentuhan. Rey hanya menyeringai dan mendekati Alexa. Tangan pria itu membelai wajah cantik Alexa yang sudah memerah dengan begitu lembut, membuat gadis itu panas dingin seketika dan tubuhnya benar-benar mengingikan sentuhan yang lebih. “Tuan Rey! Jalur sudah kami amankan. Sekarang anda bisa keluar.” “Bagus!” Rey akhirnya membawa Alexa keluar dari dalam toilet tersebut. Tanpa ada yang melihatnya, Rey melenggang pergi membawa Alexa ke dalam lift dan Alexa berakhir di kamar 9984. Kamar yang sengaja ia pesan untuk menghabiskan siang ini bersama Alexa. “Jaga di depan dan jangan biarkan siapa pun untuk masuk!” “Baik Tuan Rey!” Pintu kamar terbuka lebar, Rey dengan cepat merangsek masuk dan menutup pintu dengan satu kakinya. Hasratnya benar-benar sudah memuncak saat melihat Alexa yang tidak bisa diam dalam gendongannya. Tangan gadis itu terus saja menyentuh d**a Rey, terkadang sampai ke leher pria itu. “Jangan sentuh aku,” lirih Alexa saat Rey membaringkannya di atas ranjang mewah dengan alas yang begitu halus. “Kau sudah menyentuhku berulang kali Alexa, dan kini giliran ku.” Alexa beringsut menjauhi Rey dengan sisa kewarasan yang Ia miliki. Tapi semakin ia bergerak, maka hasratnya ikut bergerak dan menggila. Tangannya mulai tidak terkendali, dan ia hanya bisa menangis saat tangan kekar Rey mulai menyentuh kaki jenjangnya. “Hentikan....” “Aku tidak akan berhenti sampai kau bersedia menikah dengan ku,” ujar Rey dengan semakin berani. “Aku sudah menikah,” gadis itu mengatakan yang sejujurnya. Tiba-tiba pintu kamar tersebut terbuka dengan kasar oleh seorang pria asing, yang sama sekali tidak Rey kenal. Dan mengambil Alexa darinya tanpa bisa ia berbuat apapun saat berhadapan dengan seorang pria bertubuh tinggi, besar dan mengerikan seperti Jack. Braakkk... *** Leon dengan cepat turun dari mobil saat ia melihat sebuah hotel bintang lima. Leon mengurung Alexa dalam mobil dan langsung memesan sebuah kamar. Setelah mendapat kunci, Leon kembali menjemput Alexa, sedang mobilnya ia serahkan pada petugas hotel untuk memarkirkannya. Dengan begitu gagah, Leon membopong Alexa dnegan gaya bridal style menuju kotak besi yang akan membawa mereka menuju lantai 10, dimana kamar yang mereka tuju berada. Beberapa orang menatap Leon dan Alexa jijik. Melihat kondisi Alexa, mereka mengira jika keduanya adalah pembeli dan penjual yang sedang saling mencari keuntungan serta kenikmatan. “Ale, istri ku... Bangunlah,” bisik Leon. Beberapa dari mereka tidak berani berkata apapun saat mendengar Leon memanggil gadis itu dengan kata ‘istri ku’. Leon sengaja, Ia benar-benar tidak suka dengan mereka yang berani merendahkan Alexa. Ting Lift terbuka dan saat ini mereka ada di lantai sepuluh. Dengan cepat, Leon menemukan kamarnya dan masuk, mengunci pintu dengan rapat setelah membaringkan Alexa. “Haus...” lirih Alexa. Leon sedikit bingung, dalam kamar ini sama sekali tidak ada air minum dan Ia pun meninggalkan air minumnya dalam mobil. Akhirnya Leon berniat untuk memesan minuman dingin melalui layanan kamar, tapi Alexa mencegahnya dan menarik pria itu agar mendekat padanya. “Apa yang kamu lakukan Alexa?” Leon sangat terkejut saat melihat Alexa memaksakan kehendaknya untuk mencium bibir Leon. “Aku haus, Leon.” “Aku akan memesan minuman dingin, jadi bersabarlah,” Leon sedikit menjaga jarak, tapi Alexa yang tidak tahan lagi kembali menarik Leon, hingga pria itu menindih tubuh mungil Alexa. Jantung keduanya berdegup kencang, posisi ini benar-benar berbahaya dan ini sangat membuat pria normal seperti Leon tersiksa. “Le-Leon... Tolong sentuh aku! Aku sudah tidak tahan lagi.”  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN