27. Kamar 9984

1406 Kata
Punggung Alexa menegang sempurna saat pria itu dengan lancangnya berani memegang tangannya. Sekuat yang Ia bisa, Alexa tetap dalam ketenangannya dan berbalik melihat siapa yang saat ini berdiri dibelakangnya. “Kenapa anda lancang sekali? Berani-berainya anda memegang tangan saya?” suara gadis itu berubah, angkuh dan terdengar kejam. Jack menyadari suara Alexa meninggi, Ia berbalik dan fokus pada Alexa dan seorang pria yang saat ini sedang menatapnya. Berkedip nakal. Saat itulah Jack tahu siapa pria yang sudah berani mengganggu nona mudanya. “Tenanglah nona, dia adalah tuan muda,” bisik Jack. Alexa terbelalak saat mendengar bisikan Jack. Dengan cepat ia menepis tangan Leon dan menatapnya tajam, penuh amarah dan itu membuat Alexa terlihat berbeda. Menggoda dan semakin cantik di  mata Leon. “Jaga kesopanan anda, tuan!” “Maafkan saya nona, sepertinya saya sudah salah orang. Kalau begitu saya permisi,” lanjut Leon dengan berlalu pergi meninggalkan Alexa dan menghilang dibalik kerumunan para tamu. Alexa benar-benar tidak mengenali Leon dalam penyamarannya. Dengan rambut palsu, kaca mata dan kumis uniknya Leon benar-benar telah menjadi orang lain di mata Alexa. Akhirnya ia bisa bernapas dengan lega setelah mengetahui jika suaminya ada di sini. Di dekatnya dan itu artinya Ia akan menjaganya dari tangan-tangan jahat yang ingin menyentuhnya. “Aku benar-benar terkejut, Jack! Jantungku hampir saja melompat keluar,” gurauan Alexa hanya di sambut dengan anggukan kecil. Acara pertunangan Angel di mulai, ada beberapa dari penyanyi tanah air yang melantunkan beberapa lagu dan menyambut pasangan tersebut. Hati Alexa menghangat saat melihat Angel yang kini sudah dewasa, tapi jelas adik satu ayahnya itu sekarang terlihat berbeda. Terlihat jelas kesombongan di wajahnya, bahkan aura negatif dari gadis itu terasa kental bagi Alexa. Ingin rasanya Alexa mendekat dan mengucapkan selamat pada Angel, tapi langkahnya terhenti saat ia melihat kemunculan Rey dibelakang Lingga, terlihat jelas jika pria itu menyeringai dan menatapnya dengan begitu intens. Tangan Alexa tiba-tiba saja gemetar, Jack menyadari perubahan nona  muda nya. Ia lantas berdiri lebih dekat dengan Alexa, menujukkan jika gadis itu tidak sendiri saat ini. “Jangan takut nona! Saya dan tuan muda ada di sini.” “Aku tidak tahu jack, tapi tolong jangan jauh dari ku.” Jack langsung memberikan kabar pada Leon, Ia mulai khawatir jika Alexa mengalami gugup yang berlebihan dan membuat dirinya sendiri dalam bahaya. Beberapa saat kemudian, Alexa menyadari jika seseorang saat ini sedang membimbingnya melalui earphone yang terpasang ditelinganya. Tapi meskipun begitu, Ia tetap merasa ketakutan saat Rey menghilang dalam kerumunan. ‘Ale!! Tenang, aku ada di dekatmu. Rey tidak akan bisa mendekati mu.’ ‘Ale! Jawab aku.’ ‘Ale, bergeserlah ke sebelah kanan! Rey mendekati mu.’ DEG Saat mendengar nama pria itu Alexa sadar jika Ia dalam bahaya. Jack langsung menarik tangan Alexa dan berpindah tempat. Karena ia cukup tinggi, dengan mudahnya Jack bisa melihat dimana Rey dan apa yang saat ini dilakukan pria itu. Jack hanya menyeringai saat melihat kekesalan di wajah Rey, karena pria itu tak kunjung menemukan Alexa yang beberapa saat lalu terlihat di dekatnya. Hal ini menjadi pemandangan tersendiri bagi pria itu. Tapi rasa jijik seketika muncul saat ia mengingat apa yang dilakukan Rey pada Alexa. Riuh tepuk tangan tiba-tiba membuat Rey terkejut. Ia tidak menyangka jika beberapa menit yang lalu Ia baru saja melewatkan acara pertunangan adiknya. Kesal, akhirnya Rey kembali mendekati Angle dan Lingga, tersenyum bahagia dengan mata yang terus mencari sosok Alexa. Pertunangan itu berjalan dengan semestinya. Tapi Alexa mulai khawatir saat para tamu mulai kembali menduduki kursi mereka. Ia akan sangat terlihat mencolok dan dengan mudah Rey akan menemukannya. “Leon! Aku takut jika dia akan menemukan ku,” ucapnya pelan. Leon tidak menjawab, earphone pria itu nampaknya mati dan hal itu membuat Alexa panik. “Jack! Cari dia, aku takut dia ada dalam masalah,” dia yang Alexa maksud adalah Leon. Jack bimbang. Ia tidak boleh meninggalkan Alexa sendiri dan sekarang Leon tiba-tiba menghilang, bahkan Alexa sudah tidak bisa lagi menghubungi pria itu. “Tapi saya tidak bisa meninggalkan anda, nona muda!” tegas Jack. Apa yang Jack katakan memang benar. Tapi pada akhirnya Alexa harus membuat sebuah keputusan, jika terjadi sesuatu pada Leon, maka sia-sia saja semua pengorbanannya. Sampai akhirnya, Alexa meminta Jack untuk pergi mencari Leon dan Alexa memilih untuk duduk bersama beberapa tamu lainnya. Ia berbaur dengan mudah, paling tidak Ia memiliki lawan bicara saat ini, dan peluang untuk Rey menjadi lebih sedikit. “Cari dia dan cepat kembali! Hidupku akan sia-sia saja jika terjadi sesuatu Leon. Pergilah, aku akan baik-baik saja,” gadis itu memohon dan Jack pasrah. *** Di dalam sebuah toilet, saat ini Leon berusaha untuk membuka pintu. Ia sudah menggedor pintu itu agar ada seseorang yang mendengarnya, sampai akhirnya earphonenya terjatuh, masuk ke dalam air dan mati seketika. Kesialan benar-benar membuat Leon harus memutar otaknya. Bagaimanapun Jack dan Alexa saat ini sedang menunggu arahan darinya. “Sialan!! Siapa yang sudah mengunci ku dalam kamar mandi ini?” emosi Leon memuncak. Ia tidak memiliki pilihan lain selain menaiki tembok. “BUKA!!! Cepat buka pintunya!!” Terbiasa memanjat tembok tinggi, akhirya Leon berhasil naik. Kamar mandi hotel yang berjejer benar-benar membuat Leon bersyukur, karena ia bisa keluar dengan  mudah. Dengan gerakan perlahan, Leon melompat dan tidak menimbulkan suara apapun, sampai akhirnya Ia tahu siapa yang sudah mengurungnya. “Ck! Ternyata kau masih belum puas bermain-main dengan ku, Heru,” Leon menatap Heru dan seorang petugas kebersihan yang telah di suap oleh pamannya. “Le-Leon... Ii-ini tidak seperti yang kamu pikirkan, paman hanya ingin...” “Tua bangka sialan! Akan aku pastikan jika besok kau akan berlutut pada ku. Camkan perkataan ku!!” Jack mulai mencari ke setiap sudut. Ia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Leon. Pikiran Jack terpecah dan mengkhawatirkan Alexa. Sepertinya seseorang sudah mengetahui identitas Leon dan berhasil mencegahnya untuk melindungi Alexa. Karena terlalu terburu-buru, Jack tanpa sengaja menabrak seseorang. Pandangan mereka bertemu dan saat itulah keduanya sama-sama terkejut bukan main. “Jack, dimana Alexa? Kenapa kau ada di sini?” Leon panik. “Nona muda ada bersama tamu lainnya, dia meminta saya untuk mencari anda. Anda tiba-tiba saja tidak bisa dihubungi dan nona muda mulai panik,” jelas Jack. “s**t!!! Cepat kembali dan jaga dia. Hubungi aku dengan cepat jika terjadi sesuatu.” Jack mengangguk dan langsug meninggalkan tempat tersebut. Tanpa banyak bertanya, Jack langsung menuju meja dimana Alexa berada sebelum Ia pergi. Tapi sayangnya gadis itu tak kunjung terlihat di meja mana pun. Akhirya Jack bertanya pada tamu lainnya dan salah satu dari mereka melihat Alexa pergi menuju kamar mandi. Dengan cepat Jack berjalan menuju kamar mandi. Tapi Ia sama sekali tidak bisa berbuat banyak karena tempat yang ia datangi khusus perempuan. “Bagaimana Jack?” Leon tiba-tiba ada dibelakang Jack. “Saya tidak bisa masuk, ini adalah...” Leon mendesah kesal. Ia lantas mengeluarkan ponselnya dan bertanya pada setiap perempuan yang baru saja keluar dari toilet. “Permisi mbak, apa di dalam ada perempuan ini?” Leon menunjukkan foto Alexa. “Maaf, tapi saya tidak bertemu dengannya! Di dalam ada dua perempuan lagi. Mungkin salah satu dari mereka melihatnya, kalau begitu saya permisi.” Leon tidak patah semangat, ia tetap diam dan menunggu. Sampai akhirnya ada titik terang mengenai keberadaan Alexa. Tapi detik itu juga Leon merasa disambar petir disiang bolong dengan cuaca yang indah. “Apa anda tidak salah dengar?” Leon kembali bertanya. “Saya tidak mendengar, tapi melihat langsung jika Tuan Reyhan—CEO dari AJ Groups yang membantu nona ini keluar dari kamar mandi. Tadi sepertinya perempuan dalam foto itu sedikit tidak sehat.” ‘Alexa, tidak sehat?’ Leon membatin. Alarm bahaya menyala. “Kalau begitu terima kasih banyak atas informasinya,” kata Leon dengan wajah yang memucat. “Jack! Lacak dimana keberadaan Alexa. Aku sudah memasang alat pelacak ada kalung itu.” Leon berusaha untuk tetap tenang. Pirasatnya mengatakan jika Rey bisa saja berbuat hal yang tidak baik, maka Leon menyiapkan kalung itu, sengaja dilengkapi dengan alat pelacak. Butuh beberapa waktu untuk Jack mulai melacak keberadaan Alexa, selama itu tentu saja Leon merasa tidak tenang. Alexa adalah istrinya dan Leon tidak ingin sampai terjadi apa pun pada perempuan itu. “Nona muda masih ada di hotel ini!” ujar Jack. “Retas semua CCTV! Aku tidak ingin terjadi apa pun dengan Ale.” Dalam waktu sepuluh menit, akhirnya Jack berhasil meretas kamera pengawas dan memeriksanya satu-persatu. Tiba-tiba saja kening Jack berkerut saat ia melihat salah satu rekaman dimana Rey sedang membopong Alexa yang nampak tidak sadarkan diri. “Rey membawa nona ke kamar 9984!”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN