26. Manjadi buah bibir

1583 Kata
Selasai makan malam, Leon memutuskan untuk masuk ke ruang kerjanya untuk melihat kenaikan saham dan memastikan seluruh saham milik Heru jatuh ke tangannya. Leon membiarkan pria itu bebas bukan tanpa alasan. Leon masih memiliki rencana yang Ia siapkan sebagai senjata paling akhir, jika waktunya telah tiba. “Jack! Ke ruang kerja sekarang.” Sepuluh menit kemudian terdengar ketukan pada pintu, Leon tahu benar jika itu adalah Jack. “Masuk!” “Ada yang bisa saya bantu, tuan muda?” “Duduklah Jack!” seru Leon. “Aku merasa tidak tenang setelah melihat Rey mencari dan memata-matai Alexa. Jujur saja Jack, aku bisa melawan Rey tapi tidak dengan gadis itu.” Jack tidak menyangka jika Leon akan memikirkan Alexa sampai seperti ini. Terlihat jelas jika tuan mudanya itu mulai takut jika istri di atas kertasnya itu terluka. “Saya sangat yakin jika pria itu tidak akan bisa mendekati nona. Saya akan menjamin hal itu.” “Aku tahu kamu bisa di andalkan Jack, tapi masalahnya Rey tidak bisa kita tebak. Apa yang di inginkan pria itu masih menjadi teka-teki. Tapi sepertinya kita harus mulai menyusun rencana untuk Rey,” Leon tiba-tiba menyeringai. Karena ingin Jack mengerti, Leon akhirnya menceritakan bagaimana hubungan Rey, Heru dan Alexa. Ia mengatakan semua yang terjadi, dan beberapa rencana saat ini mulai berputar dalam kepalanya. Jack terlihat kesal mendengar sikap menjijikan Rey, tapi seketika sudut bibirnya sedikit terangkat saat mendengar penjelasan Leon. Ini memang sedikit rumit dan membutuhkan kerjasama tim yang baik, jangan sampai terjadi kesalahan jika ingin Alexa baik-baik saja. “Apa tuan muda yakin? Rey bisa saja melakukan hal lebih berani pada nona muda.” “Justru itu, Jack! Aku akan mempercayakan Ale—maksud ku Alexa padamu. Kamu yang harus bertanggung jawab atas keselamatan Alexa. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di pesta itu.” Leon benar-benar akan meminta Alexa untuk menghadiri pesta pertunangan Angel. Itu adalah momen yang sangat tepat untuk Alexa kembali memperlihatkan dirinya pada Lingga dan semua orang. Tapi tidak bersama Leon. Gadis itu akan tetap pergi bersama Jack dan Leon hanya mengawasi jalannya acara tersebut. Tidak banyak yang bisa Leon lakukan, tapi Ia akan tetap menjaga Alexa dari jarak yang dekat. Leon diam bukan karena Ia tidak memiliki nyali, tapi Leon akan menunggu waktu yang tepat. “Temani Alexa dan jadilah pasangannya nanti. Kita liat bagaimana ekspresi dari Rey. Aku sangat yakin, jika pria tidak waras itu akan berusaha untuk memisahkan kalian.” “Baik tuan muda! Tapi saya merasa ragu, jika nona muda akan mau pergi dengan saya.” “Ahaha... Kenapa kau berpikir seperti itu Jack? Kau tenang saja, Alexa adalah urusan ku dan aku akan menjamin jika istri ku itu akan setuju untuk pergi dengan mu.” *** Hari pertunangan Angel akhirnya tiba. Alexa sudah sangat setuju jika Ia pergi bersama Jack. Setelah Leon menjelaskan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi, akhirnya gadis itu setuju. “Ale...” panggil Leon dari balik pintu penghubung. “Masuklah! Aku sudah memakai gaun ku sekarang.” Leon membuka pintu dengan pelan. Matanya langsung tertuju pada sosok cantik yang saat ini sedang berdiri di depan cermin dengan menggunakan gaun yang sangat indah. Untuk kali ini, Leon benar-benar tidak salah memilih gaun untuk Alexa.  Meskipun pria itu tetap memberikan gaun yang cukup tertutup untuk gadis itu, tapi Alexa tidak protes. Ia masih ingat dengan baik bagaimana kejadian di klab malam dan itu membuat Alexa akhirnya mengerti dengan jalan pikiran Leon. “Kamu sangat cantik, Ale...” pujinya dengan penuh kesungguhan. “Jangan memuji ku seperti itu, nanti aku bisa besar kepala! Tapi terima kasih atas pujian nya.” Leon terkekeh, ia lantas mendekati Alexa dan mereka berdiri di depan cermin dengan penampilan yang begitu berkarisma. Pasangan yang sangat serasi dan tidak ada celah yang menunjukan jika mereka hanya menikah untuk menjalankan sebuah rencana. “Leon...” “Ada apa, Ale? Apa kamu takut sekarang?” Leon dengan mudah menebah jalan pikiran gadis itu. “Iya! Jujur saja, sekarang rasa takut itu mulai muncul,” Alexa sedikit menunduk. Tidak! Alexa tidak bisa seperti ini. Bagaimana bisa ia menunjukkan taringnya, jika dikediamannya saja gadis itu sudah menunduk ketakutan. Leon menggerakkan satu tangannya dan menarik pinggang Alexa agar semakin dekat dengannya. Tangan kanannya Ia gunakan untuk memegang dagu gadis itu dan mengangkat wajahnya lebih tinggi. “Jangan menunduk Alexa! Singa-singa itu akan menerkam jika kamu tidak waspada. Tunjukkan taring mu sebagai istri ku. Angkat wajah dan tegakkan tubuh mu. Ingat!! Kau adalah istri dari Leon Prasetyo.” Alexa mengangguk pelan. Tapi jantung dan otaknya saat ini mulai tidak terkendali. Posisinya yang terlalu dekat dengan Leon membuat gadis itu tidak bisa konsetrasi. Jantungnya berloncatan, saat suara Leon yang sedikit serak itu terdengar jelas ditelinganya. Bahkan hangatnya hembusan napas Leon dengan begitu mudah membuat gadis itu meremang. Wajah Alexa terasa panas, kali ini gadis itu beruntung karena make up sudah menyamarkan pipinya yang merah karena perlakuan Leon padanya. “Le-Leon... Tolong sedikit menjauh dari ku, aku merasa kepanasan,” ujar Alexa. Ia sudah tidak tahan lagi berada terlalu dekat dengan pria yang perlahan-lahan mulai mencuri hatinya. “Upss... Maaf! Aku tidak berniat untuk melakukan apapun pada mu.” “Ekhmm... Tidak masalah, aku sering mengatakan itu bukan?” Alexa berdeham pelan untuk menyamarkan kecanggungannya. Leon hanya mengangguk. Mereka berdua menuruni tangga bersama-sama, siapa sangka jika saat ini sedang berada di ruang keluarga bersama dokter yang memberikannya terapi. “Kalian akan pergi kemana?” tanya Aji semakin jelas. “Maaf pa, Leon dan Ale lupa memberitahu papa kalau hari ini kami akan menghadiri pesta pertunangan sahabat Ale. Papa jangan menunggu kami untuk makan malam, kami mungkin akan pulang terlambat.” “Iya, hati-hati. Jaga istri mu dengan baik Leon.” “Itu pasti pa!” Leon dan Alexa meninggalkan villa tersebut menggunkan mobil yang sama. Tapi tidak dengan Jack, pria itu sudah pergi lebih dulu dan menunggu di jalanan sepi yang sudah Leon katakan. “Turunlah! Jaga diri mu dan tetap nyalakan earphone nya.” “Apa kamu tidak akan pergi ke sana?” “Aku akan ada di sana saat kamu membutuhkan ku.” Alexa keluar dengan anggun menggunakan dress berwarna hitam berlengan panjang, dengan belahan depan hingga di atas lututnya. Rambut panjangnya sengaja Ia gerai untuk menutupi earphone ditelinganya. Tidak hanya itu, Alexa menggunakan kalung berlian yang Leon berikan padanya saat mereka menikah. Malam ini gadis itu benar-benar terlihat berbeda dengan perpaduan gaun hitam dan kalung berlian yang begitu mencolok itu. Jack sudah keluar dan membuka pintu belakang untuk Alexa. Ia berdiri menunggu, masih dengan ekpresi yang sama dan itu membuat Leon hanya bisa mendengus. Akhirnya, mau tidak mau Leon tetap keluar dan menemui Jack. “Masuklah Ale! Aku ingin bicara sebentar dengan Jack.” Leon menggerakkan telunjukknya dan meminta Jack untuk mendekat. “Ada apa tuan muda? Apa ada perubahan rencana?” tanya Jack bingung. “Tidak! Tapi come on, Jack! Aku sudah mengatakan semuanya pada mu dengan jelas. Malam ini, jadilah pria yang lebih hangat. Jangan tunjukkan wajah dingin mu. Malam ini kau menjadi pendamping Alexa dan ubah sedikit ekspresi mu itu.” “Tapi saya sangat sulit untuk melakukan itu, tuan muda!” Leon akhirnya menarik napas dalam dan menghembuskannya kasar. Ia menepuk pundak Jack dan mengangguk. “Baiklah Jack! Lakukan apa kau bisa, jangan paksakan diri mu jika itu memang tidak membuat mu nyaman.” “Maafkan saya, tuan muda.” “Tidak masalah, aku yang salah karena sudah memaksa mu menjadi orang lain. Tolong jaga Alexa dengan baik.” Jack mengangguk, ia kembali memasuki mobilnya setelah melihat Leon pergi lebih dulu. Sama seperti biasanya, Jack hanya fokus pada jalanan tanpa berniat bicara sedikit pun pada Alexa. Dua puluh menit dalam perjalanan, Jack dan Alexa akhirnya sampai di hotel dimana acara pertunangan Angel berlangsung. Hotel itu benar-benar mewah, bahkan Alexa ikut mengakui hal itu. Tepat di depan pintu masuk, Alexa diberhentikan oleh dua orang petugas yang menggunakan jas hitam yang begitu rapih. Gadis itu melupakan sesuatu, tapi tidak dengan Jack. “Jauhkan tangan kalian!” Jack menepis tangan pria yang sedikit menyentuh lengan Alexa. “Ada apa?” tanya Alexa. “Tolong tunjukkan undangannya, nona. Seluruh tamu yang ingin masuk harus menunjukkan undangannya yang disertai barcode,” jelasnya. Jack mengambil alih semuanya. Ia maju dan memberikan undangan  pada pria itu. Tidak berselang lama Alexa dan Jack masuk secara beriringan. “Waw... Aku tidak menyangka jika semua akan seindah ini,” ujar Alexa. “Bagaimana menurut mu, Jack?” lanjutnya dengan menyikut perut bodyguardnya itu. “Ini biasa saja,” jawab Jack. “Aku rasa ada yang salah dengan mata mu, Jack!” Alexa geleng kepala. “Tidak! Mata ku baik-baik saja. Aku bahkan pernah melihat hal yang lebih indah dari tempat ini saat kakek tua membuat pesta pelepasan untuk Nona Luise dan Tuan muda,” jelas Jack. “Pantas saja kalau begitu.” Jack akhirnya mengajak Alexa masuk semakin dalam. Mereka berdua berjalan di red karpet, dan tentu saja gadis berparas cantik dan anggun itu kini menjadi sorotan semua orang termasuk awak media. Kegaduhan mulai terjadi. Dari bibir satu pada bibir lainnya, semua memuji Alexa. Kecantikannya, keanggunannya, bahkan sorot matanya tajamnya begitu membuat bibir itu tidak berhenti untuk memujanya. Sampai akhirnya berita kedatangan Alexa sampai ke telinga Rey. Alexa benar-benar menjadi buah bibir ditempat ini. Semakin banyak orang yang menatapnya, gadis itu merasa semakin waspada. Bisa saja salah satu dari mereka adalah anak buah Rey. Tubuh Alexa menegang sempurna saat tiba-tiba saja suara seorang pria menyapanya dari belakang. Jantungnya bahkan seakan berhenti berdetak saat hal itu terjadi. “Apa kabar mu nona cantik?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN