Gadis itu berteriak histeris. Ia ketakutan saat melihat klien atasannya bersikap seperti orang sakit jiwa. Suara teriakan gadis itu berhasil membuat para pegawai berhamburan, pun dengan Lingga yang baru saja memasuki tempat tersebut. Ia membuka pintu dan melihat Angel sedang melayangkan gunting tersebut pada gadis itu. “Angel!! Berhenti...!!” teriak Lingga. Dengan cepat Lingga berlari mendekati putrinya dan menahan tangan Angel sebelum berhasil melukai sekretaris dari desainer Valery butik. Lingga benar-benar terkejut saat melihat Angel hampir saja melukai orang lain. Lingga memberikan isyarat pada gadis itu untuk pergi, dan kini tinggal lah mereka berdua dalam ruangan tersebut. “Mama...” lirihnya pelan. “Angel, sayang, apa yang kamu lakukan?” Lingga dengan cepat merebut benda tajam

