“Ada apa? Apa semuanya baik-baik saja, Rey?” suara Lingga terdengar khawatir. “Aku ada di apartemen, lebih baik mama kemari dan kita bicara!” seru Rey. Tidak ada jawaban dari Lingga. Hanya terdengar deru napas yang tenang, namun hal itu membuat Rey merasa gelisah. “Baiklah! Tapi mama berharap kamu tidak melakukan hal yang bisa menghancurkan reputasi mu lagi kali ini.” Lingga akhirnya dengan cepat bergegas menuju apartemen putranya. Ia tidak habis pikir, hal bodoh apalagi yang sudah dilakukan Rey sampai Ia meminta bantuannya. Setibanya di apartemen, Lingga langsung memberikan tatapan tajam, menghakimi putranya dan mencecarnya dengan banyak pertanyaan. "Sekarang apalagi yang kamu lakukan, Rey? Jangan katakan jika itu masih berkaitan dengan adik tiri mu itu." Rey terdiam. Ia tidak per

