105. Sebuah omong kosong

1287 Kata

“Cukup Amanda, cukup!!” Leon mengangkat sebagai peringatan untuk perempuan itu. “Kenapa? Apa kamu masih menyimpan rasa cinta buat aku di hati kamu?” sergahnya. Leon sudah kehabisan kata-kata. Ia marah dengan situasi ini, jika dia tahu Amanda tamu yang wanita yang dikatakan Reina, sejak awal Ia tidak akan pernah menyanggupi untuk bertemu dengan perempuan itu. “Itu masa lalu! Dan sekarang, aku sama sekali tidak memiliki perasaan sedikit pu padamu.” “Katakan! Apa tujuan mu datang kemari? Jika hanya omong kosong itu yang ingin kamu bicarakan, silahkan keluar!” Leon tidak ingin membuat Amanda semakin berharap lebih padanya, maka dari itu Ia harus bersikap tegas. “Apa! Omong kosong kamu bilang?” teriak Amanda, Ia benar-benar tidak terima dengan sikap Leon yang terkesan ogah-ogahan bertemu d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN