“Bu, terima kasih atas bantuannya. Saya benar-benar tidak akan melupakan kebaikan ibu dan para pemuda yang sudah menyelamatkan saya,” Caca menggenggam tangan Ibu Rt yang sejak kemarin malam merawatnya dengan begitu baik. Bukan hanya itu, saat suaminya tiba, pria itu terlihat bahagia melihat Caca. Ia seakan kembali pada bayangan beberapa tahun silam saat putri semata wayang mereka belum kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa. “Jangan bicara seperti itu nak, ini sudah tugas sesama manusia. Tapi bagaimana Nak Khaliza akan pergi dalam keadaan seperti ini? Bagaimana jika orang-orang itu kembali menangkap Nak Khaliza?” ujar bu Rt. Caca terdiam. Memang benar yang dikatakan wanita bernama Susi. Sebelum ini Ia masih bisa berusaha untuk melawan dan lari karena kondisinya baik-baik saja. Tapi sekaran

