Dalam sebuah kamar berukuran 3x2, terdapat sebuah ranjang dimana terbaring seorang gadis dengan beberapa lebam di wajahnya. Sinar matahari yang semakin meninggi dan masuk melalui celah gordeng berhasil mengusiknya, membuat ia mulai membuka mata perlahan. Lenguhan kecil terdengar, bulu mata lentik miliknya mulai bergerak dan terangkat memperlihatkan netra nya yang kecoklatan. “Dimana aku?” gumamnya pelan. Ia berusaha untuk bangkit, namun seluruh tubuhnya terasa remuk dan Ia hanya kembali pasrah, diam dalam ketidakberdayaannya. Air mata menetes begitu saja dari sudut matanya, mengingat betapa Ia sudah mengalami hal buruk beberapa waktu lalu. Ceklek... Caca, gadis itu seketika waspada saat melihat pintu mulai terbuka. Tubuhnya menegang seketika, Ia ingin berlari namun yang ia bisa hanya

