71. Sandal mahalku

1363 Kata

Aji sangat terkejut saat melihat Lingga di kediaman putranya. Bukan hanya Lingga, tapi beserta kedua anak tirinya. Dengan cepat Aji mengubah ekspresi wajahnya, mencoba untuk meredam kebencian yang luar biasa hebatnya. “Ahh... Ternyata kalian, papa kira yang datang adalah kolega mu, Leon.” Aji melirik putranya dan tersenyum lebar. Kedua pria itu sama-sama saling melempar senyum. Situasi ini benar-benar tidak pernah mereka duga akan terjadi dengan cepat, tapi semuanya sudah terjadi dan untuk apa lagi Aji harus bersembunyi. Cepat atau lambat, Ia yakin jika Lingga juga akan menemukannya. Aji mendekati mereka semua, tapi pria itu sama sekali tidak menyapa Lingga atau pun mendekati wanita itu. Aji memilih untuk duduk di kursi single dan menunjukkan wibawanya yang telah hilang selama bebera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN