Thalia menggenggam tangan Darren yang saling meremat satu sama lain. Ia tau lelaki itu sepertinya mulai putus asa karena jawaban yang ia berikan beberapa saat lalu. Ia tau, Darren mungkin kecewa atas jawabannya, namun lelaki itu memintanya untuk jujur, maka ia mengatakannya. Karena memang hanya itu yang ia inginkan. Tangan besar Darren membalas genggaman tangan itu dengan erat. “Aku mengerti Thalia.” ujar Darren. “Aku juga sudah gagal menemukan adikmu. Kau juga mungkin sangat kecewa karena aku tak becus menemukannya lagi. Kau memang pantas ingin membatalkan perjanjian itu, aku tidak keberatan Thalia. karena aku pun tidak memenuhi semua keinginanmu.” “Darren. Tidak. Bukan begitu.” Thalia menatap Darren. “Bukan begitu maksudku.” “Lalu?” “Aku memang ingin perjanjian itu dibata

