Part 14 : Tempat yang Aman

1461 Kata

Langkah kaki wanita itu semakin terseok setelah berlari seharian. Nafasnya mulai tersengal dengan keringat yang bercucuran diwajahnya. Namun wanita itu berusaha untuk terus berlari tanpa memedulikan keadaan tubuhnya yang meronta meminta untuk berhenti.   Tidak ada waktu berhenti, tidak ada waktu beristirahat.   Ia harus berlari sejauh mungkin, berlari hingga para penjaga tidak menemukannya lagi, hingga tidak ada orang-orang dari masalalu yang bisa menemukannya lagi.   Ia harus lari, ia harus terus berlari.   Bruk!   Wanita itu ambruk.   Kakinya tak ada daya upaya lagi, kehilangan tenaga hingga membuatnya jatuh terduduk dipinggir jalan. Kaki tanpa alas mulai melepuh, namun sekalipun tidak ia hiraukan, bahkan rasa sakitnya pun ia abaikan. Ia tak peduli, yang ada dalam pikirannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN