Begitu ketiga wanita itu meninggalkan kamarku, kegelisahan itu kembali datang. Walau tidak sebesar yang pertama kurasakan, tapi aku tetap saja gelisah. Malaikat, vampir, werewolf... Semua yang ada di dalam dongeng kini muncul di hadapanku. Yang paling parah adalah tunanganku adalah werewolf dan aku bercinta dengan seorang vampir! Manusia macam apa aku ini? Aku masih berusaha mengatur pikiranku saat pintu kamarku terbuka. Zac berdiri di ambang pintu sebelum melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya dengan pelan. “Lily bilang kau sudah cukup tenang untuk diajak bicara.”gumamnya pelan, seolah kalau dia bersuara lebih keras maka aku akan hancur berkeping-keping. Aku mengangguk. “Kau adalah vampir.”itu adalah pernyataan dariku. “Ya. Maaf kalau aku tidak mengatakannya. Itu bukan topik

