Part 24. Nurr Afiah vs Zefanya

1206 Kata

“Mas, gimana gaun ini cocok gak buatku?” tanya Nur Afiah dengan suara manja, minta pendapat Fred yang sedari tadi tampak abai padanya. Milan sore itu seharusnya terasa romantis. Langit mendung abu-abu muda menambah suasana syahdu, menggantung rendah dengan gerimis tipis yang percik airnya membasahi kaca butik mewah tempat Nur Afiah sibuk mencoba gaun-gaun terbaru. Dalam balutan gaun satin haute couture, ia tampak memesona, nyaris seperti aktris terkenal yang baru turun dari premiere filmnya. “Mas, yang ini cantik nggak?” tanya Nur Afiah sambil berputar pelan di depan cermin dengan gaun merah marun menempel anggun di tubuhnya. Fred hanya menoleh sekilas, matanya kembali terpaku pada layar ponsel, “iya, bagus kok,” jawabnya singkat, lalu kembali menunggu pesan yang tak kunjung masuk. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN