Praga dan Jolin berjalan di lorong apartemen dengan perasaan tidak tenang. Keduanya sama-sama memikirkan percakapan di mobil tadi. Jolin mencoba untuk memikirkan cuciannya yang menumpuk di ember. Dia sudah merencanakan kegiatan yang harus dia lakukan setelah ini. Perasaan sedikit terusik dengan fakta bahwa Merry membiarkan mereka hidup bersama meskipun wanita itu dibohongi. Dan lagi, rasanya akan aneh jika dia bertemu wanita itu lagi. Membayangkannya saja membuat Jolin merinding. “Loh, itu kan Tari.”Komentar Praga saat mereka hampir tiba. Tari berdiri disana seperti anak kecil kehilangan kunci rumahnya. Dia menarik nafas panjang setelah melihat Jolin. Praga langsung menyibukkan diri di kamar. Dia harus mengurus tugas kantor yang menumpuk. Dia juga takut harus bicara dengan Tari. Wajah pe

