Inilah yang disebut mati segan hidup tak mau. Jolin harus menghadapi ibu mertua yang sadis. Dengan terang-terangan Merry membenci Jolin. Semua yang terjadi pada Lea kini terjadi pada Jolin. Merry mengirimkannya kata-kata mutiara tentang seorang istri. Bagaimana seorang istri seharusnya berjuang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga termasuk memiliki anak. What the f**k! Bencana itu terus terjadi tak henti. Merry semakin sinis padanya. Seperti perempuan pelakor yang membenci istri sah. Tak cuma itu, hari ini dia harus rela jadi orang ketiga di antara Diara dan Tari. Mereka seperti kucing dan anjing. Keduanya sama-sama tak mau bertegur sapa. Tari masih kesal dengan Diara, begitupun Diara pada Tari. Persahabatan yang sudah berumur panjang itu seakan menunggu ajal. “Gue duluan ya Jol.”Dia

