Aku mengerjapkan mataku beberapa kali sebelum akhirnya meyakinkan diriku sendiri jika semua ini adalah nyata. Lalu apakah itu artinya kisah hidupku berakhir happy ending layaknya cerita romance para putri di dalam dongeng. Perlahan aku memberanikan diri mengambil langkah pertama sebelum akhirnya melanjutkan pada langkah berikutnya hingga akhirnya berdiri di hadapan pria yang kucintai, Reyhan. "Happy birthday..." ucapnya lembut diiringi senyum memikat yang selalu berhasil meluluhlantakan hatiku. Aku memilih untuk tidak langsung menjawabnya. Sebaliknya, aku menyunggingkan bibirku dan memandang Reyhan lekat-lekat. "Kapan kamu menyiapkan semua ini?" Maksudku dengan semua ini adalah red velvet yang berada di kedua tangan Reyhan dan juga sudut ruangan apartemen yang telah dihiasi beberapa ba
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


