Sebelas

931 Kata

Suara beberapa orang berbicara membuatku perlahan membuka kedua kelopak mataku. Warna putih dan cahaya dari lampu yang menggantung di langit-langit menyambut pandangan mataku. Membuatku menyipitkan mataku lalu memiringkan wajahku ke sumber suara. Di luar sana, dari balik tirai putih, tampaknya ada dua orang yang sedang terlibat dalam pembicaraan serius. Sayangnya saat ini otakku masih belum dapat berpikir jernih. Sekuat tenaga aku mengangkat tubuhku, mencoba bangkit dari posisiku. Tapi sayangnya keterbatasan sebelah tanganku membuatku tersadar jika aku sedang diinfus. Ketika hendak mencabut selang infus, sosok mbak Nita masuk ke dalam tirai yang luasnya tidak jauh berbeda dari tempat tidur ini. "Norah! Apa yang sedang lo lakuin?" tanyanya sedikit berteriak. Terkejut dengan apa yang sedan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN