Aku tahu kalau mbak Nita sedang memandangku dengan iba. Sudah tiga hari ini dia terus menemaniku dengan berkunjung ke apartemenku. Yang berarti sudah tiga hari Reyhan pergi dari hidupku. Dan yang kulakukan selama tiga hari ini hanya melamun dan melamun. Jika mbak Nita tidak mengingatkan akan anak yang sedang kukandung, anakku dan Reyhan. Buah cinta kami, mungkin aku akan memilih untuk menyiksa diri untuk tidak makan. Namun, demi dia yang ada di dalam perutku, aku menelan segala makanan yang mbak Nita berikan meski tak ada rasa ketika makanan itu masuk ke dalam mulutku. Mungkin lidahku kehilangan fungsinya untuk mengecap. Begitu juga dan mas Roby, baru satu kali dia mengunjungiku. Pekerjaannya sedikit menyita waktunya. Tapi, aku tetap berterima kasih untuknya. Sepertinya aku akan butuh beb

