Aku memandang Reyhan dengan kesal. Tidak percaya jika ia akan senekat ini. Bahkan rasanya aku ingin memarahi mas Roby yang memilih bungkam daripada memberitahuku! "Aku bisa menjelaskan," kata Reyhan membuka suara. "Jelaskanlah kalau begitu," sahutku sinis dengan kedua tangan bersedekap di atas d**a setelah kami selesai mengambil photo shoot. Meski hasilnya berhasil membuat mas Roby terus memamerkan giginya terus menerus, tetap saja hatiku kesal dibuatnya. Aku merasa seperti keledai bodoh! "Kamu ingat saat aku berkata bahwa aku akan membicarakan masalah photo shoot ini dengan mas Roby?" Aku mengangguk cepat. Tentu saja siapa yang tidak lupa dengan perdebatan diantara kami, di mana Reyhan begitu marah dan memintaku untuk membatalkan pekerjaan ini. "Masalah itulah yang mendorongku memilik

