"Hiduplah sebagaimana semaumu, tetapi ingat, bahwa engkau akan mati. Dan cintailah siapa yang engkau sukai, namun ingat, engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang engkau kehendaki, namun ingat, engkau pasti akan menerima balasannya nanti." -- Imam Ghazali Masih ada seperempat kursi kosong di dalam kereta pagi ini. Dinda duduk di samping jendela, memperhatikan pemandangan dari balik kaca kereta api yang sejak 5 menit yang lalu sudah melaju dari halte tempat Dinda naik. Dinda tersenyum tipis, mengingat kembali saat Heni memberi wejangan padanya sebelum berangkat ke sekolah, saran-saran dan dari mama Heni yang mengantar Dinda sampai ke stasiun, juga obrolan dengan Putra di telepon sebelum kereta sampai di halte. "Dinda, pokoknya kalau ada kesempatan, kamu harus hubungi ak

