Bab 62

1061 Kata

"Orang yang tidak mengetahui nilai nikmat tatkala mendapatkannya, dia akan mengetahui tatkala nikmat itu sudah lepas dari dirinya." -- Ibnu Athaillah Selama di mobil Dinda memilih diam, memperhatikan jalanan dari balik kaca mobil. Arika sekali-kali melirik Dinda, setelah itu melirik Adiba yang sedang fokus menyetir, nampak gelisah. "Kamu kenapa gelisah gitu Arika?" tanya Dinda heran, memperbaiki duduknya. "Ah tidak apa-apa." Arika tersenyum canggung, nampak menyembunyikan sesuatu. Adiba melirik kedua gadis itu dari kaca spion, menatap datar Arika, menggelengkan kepalanya. Arika langsung memalingkan wajah dari Dinda, mencoba mencari bahan pembicaraan yang lain. Tentu saja Arika tak mau bertanya tentang ayah Dinda, karena menurut Arika, Dinda masih berduka atas kepergian ayahnya. "Arik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN