"Di antara pendosa, yang paling buruk adalah dia yang meluangkan waktunya untuk membahas kesalahan orang lain." -- Utsman bin Affan Dinda melewati hari keduanya tanpa masalah, tetap berjalan seperti biasanya. Saat berpapasan di koridor dengan Fajar, Dinda langsung memalingkan mukanya, terlalu canggung untuk menyapa, mengingat Fajar pernah dijodohkan dengannya, dan yang lebih membuatnya canggung lagi, nyai Aisyah dan kyai Halim seolah sudah melupakan tentang perjodohan itu, Dinda jadi merasa aneh sendiri karena terlalu memikirkannya. Di hari ketiga dan keempat, saat berpapasan lagi dengan Fajar, Dinda mencoba menyapa, Dinda berpikir sudah selayaknya sebagai murid yang baik, dia menyapa gurunya. Fajar pun tersenyum tipis, jelas juga nampak ekspresi canggung di wajahnya. Sampai di hari Ju

