"Tidak seorang pun menyembunyikan suatu rahasia di dalam hatinya, kecuali Allah akan menampakkan pada raut wajahnya atau melalui perkataan yang terlontar dari lidahnya." -- Utsman bin Affan Heni langsung melirik Dinda, menyikut kembali lengan Dinda. Dinda menghela nafas. "Sesuatu yang mungkin tak bisa kamu lupakan saat itu?" Zahara kini menatap heran Dinda. "Kalian berdua kenapa sih? Mau tau apa memangnya? Gak terjadi apa-apa kok, kalau sesuatu yang tak bisa aku lupakan... hmmm..." Zahara diam sejenak, berpikir. Dinda dan Heni langsung memasang ekspresi serius mereka kembali, memasang erat-erat gendang telinga mereka. "Kak Edo..." Mendengar nama Edo disebutkan, pendengaran Dinda dan Heni jadi semakin tajam. "... meminta maaf padaku tiba-tiba. Aku heran memangnya dia melakukan kesala

