"Memang sulit untuk bersabar, tapi menyia-nyiakan pahala dari sebuah kesabaran itu jauh lebih buruk." -- Abu Bakar Ash-Shiddiq Pukul 08.00 Dinda terbangun, tersentak kaget, langsung memegangi kepalanya yang sakit. Setelah lebih mendingan, Dinda pergi ke kamar mandi, mencuci muka. Dinda duduk diam di kasur, menatap sekelilingnya, masih belum sadar sepenuhnya walau sudah cuci muka. Dinda menatap jam dinding, mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Mata Dinda langsung membelalak sempurna melihat ada 3 panggilan tidak terjawab dari buk RT. Dinda langsung menghubungi balik, namun sayangnya malah tersambung ke operator. "Mohon maaf, pulsa Anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini. Silahkan--" Dinda langsung memutus telepon, menghela nafas lelah. Dinda mengambil handuk, segera kem

