"Terbungkus sudah memori-memori hidup dengan nama judul kenangan. Mau itu kisah sedih, bahagia. Pengalaman yang mendebarkan, menyesakkan, memilukan, atau bahkan bahagia. Apa itu perjalanan panjang yang melelahkan, atas sekedar perjalanan pendek untuk mencari makna kehidupan. Semuanya adalah memori yang berharga, kenangan yang akan selalu dirindukan." -- Dinda Gadis dengan kerudung hitam itu kini duduk di depan kyai Halim dan nyai Aisyah, tersenyum tipis pada kedua laki-laki dan perempuan paruh baya dengan raut wajah menyenangkan itu. Tak lupa dia mencari seseorang yang tak nampak batang hidungnya sejak kemarin malam, tak berhasil menemukannya. Bahkan gadis itu sendiri tak tau kenapa dia sampai mencari laki-laki itu. "Setelah ini apa Dinda akan kembali ke kampung halaman Dinda?" tanya nya

