Bab 57 : Padang Sidempuan dan keunikannya

1556 Kata

Hari ini Rahman mengajak ketiga temannya untuk memetik salak langsung dari pohonnya. Panji yang masih dalam keadaan pemulihan hanya bisa tergelatak di rumah dengan posisi tiduran di kamar Rahman. "Ji, kami ke ladang dulu, kau di sini aja yah? Kan belum sehat kali." Panji melihat ke arah Rahman pelan. Lalu mengangguk pelan. "Pergilah, aku mau tidur lagi, masih lemes kali." Rahman pergi keluar kamar, di sana sudah ada Adul dan Fahri yang memegang karung goni yang sudah mereka siapkan sebagai wadah salak nanti. Salak sendiri menjadi sebuah ikon bagi kota Padang Sidempuan yang terkena dengan sebutan kota salak. Bahkan sebelum menuju ke Padang Sidempuan, ada satu desa bernama persalakkan. Dengan kebun salak di sepanjang jalan. Adul cukup takjub dengan fakta ini, terlebih mendengar pen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN