Pukul 3 subuh, mereka sampai di Tarutung dan berhenti di sebuah rumah makan. Di sana Adul mengajak Panji untuk ke kamar mandi buang air. Dengan terpaksa Panji yang lambungnya sudah meronta minta diisi menemani Adul. Udara di Tarutung sangat terasa dingin, bahkan Panji yang sudah memakai jaket tebal, masih merasakan dinginnya, padahal jika dilihat, lokasinya bebatuan. Atau hanya di sekitar rumah makan ini saja? Panji menunggu Adul di depan pintu kamar mandi. Ia melihat ke sekeliling ada banyak penumpang dengan mobil travel yang hampir sama, ada yang tujuan keluar dari kota Medan, ada pula yang menuju kota Medan. "Dul, udah belum? Aku juga kebelet ini." Teriak Panji. Tak lama bunyi pintu terbuka membuat Panji langsung masuk dengan cepat. "Selo lah, Wak Panji. Buru-buru kali, udah ke

