Lima puluh delapan.

1013 Kata

Hari Senin seperti biasanya. Hanya saja yang menjadi sedikit berbeda adalah hari ini Seojun yang menjadi sopir untuk Yunki. Pria itu terkejut ketika ia melihat Seojun duduk di kursi kemudi. Si pucat menatap sekitar mencari Taejo. "Seojun-aa dimana Taejo?" "Ah, tadi ia mengatakan tak bisa masuk hari ini." "Apa Taejo sakit?" Seojun menggeleng. "Entah. Apa anda sudah siap? Apa kita akan menjemput Nona Seah terlebih dulu?" Yunki mengangguk, kemudian ia terkekeh. "Ya, kau boleh tetap memanggilnya Seah. Aku tak ingin hubungan pertemanan ini berubah menjadi kaku seperti ini. Panggil aku Yunki saat kita berdua. Aku tak masalah sungguh," ujar Yunki ia tak ingin ada gap di antara keduanya. Seojun tersenyum lalu mengangguk. "Baiklah." Yunki memang sudah seringkali mengatakan itu. Hanya saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN