Menduga-duga

2100 Kata

Allea melamun di depan pintu kosannya meratapi nasib. Ia tidak bisa lagi kembali bekerja di tempat karaoke itu karena Farrel mengancam, akan mengacak-acak tempat itu kalau ia masih bersikeras kembali. “Dasar sarap! Bisa-bisanya dia ngelakuin ini ke gue.” Dari kejauhan tampak Soni melayangkan senyuman, “Ngapain Dek?” tanyanya ketika tiba di depan Allea. “Lagi meratap,” dengusnya. Soni terkekeh mendengar jawabannya, “Jalan yuk!” “Males.” “Lo lagi marah sama Farrel?” "Nggak!" “Dia cuma mau melakukan yang terbaik buat lo.” “Kenapa Abang jadi belain dia?” “Sejujurnya, Abang pun merasa bersalah sudah masukin kamu ke sana tapi Abang pikir cuma itu pekerjaan paruh waktu yang cocok buat kamu.” “Sudahlah, ngapain mesti ngerasa bersalah.” “Abang gak tau seberapa jauh Farrel suka sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN