Chapter 11

1027 Kata
Malam harinya setelah makan malan, Flora akan memberitahu Bayu mengenai rencananya berlibur ke Jogja. Untuk percobaan pertama, dia akan meminta pergi sendiri. Jika memang Bayu bersikeras ikut, maka Flora akan menjalankan rencana yang kedua. Tidak masalah jika memang Bayu nantinya ikut. Yang terpenting, ia bisa segera bertemu Saras untuk menceritakan semua keluh kesahnya.  "Om." Panggil Flora yang duduk di ranjang barunya.  Flora merasa lega karena bi Susi tidak ada menyinggung mengenai ranjang baru seharian ini. Ia hanya bertanya sekali ketika tadi siang Flora dan Bayu baru saja datang dari mall. Setelah itu, bi Susi tidak pernah lagi membahasanya. Sikapnya juga tidak berubah, masih tetap sama seperti sebelumnya. Bi Susi tetap memperlakukan Flora dengan baik.  Rasanya Flora sungguh tidak enak hati jika merasa curiga kepada bi Susi. Kecurigaan mengenai bi Susi yang akan melaporkan segala hal yang terjadi di rumah ini kepada mertuanya. Bayu juga sudah meyakinkan bahwa bi Susi bukan orang yang suka melapor. Bi Susi akan diam saja mengenai apapun yang dia ketahui tentang rumah tangga Bayu dan Flora. Itu adalah privasi mereka jadi bi Susi tidak akan menceritakannya kepada siapa pun. Bayu sangat percaya kepada bi Susi karena sudah mengenalnya sejak lama.  Bayu menoleh ketika dipanggil. Ia tengah asik dengan laptopnya sambil bersandar pada dashboard ranjang. "Aku pengen liburan ke Jogja." Bayu langsung menoleh dan menatap Flora sejenak. Kemudian ia menganggukkan kepalanya. "Mau berangkat kapan?" tanyanya seraya fokus kembali kepada laptop. "Besok atau lusa?" nada bicara Flora terdengar tidak yakin.  "Lusa aku mau ke rumah karena mama minta kita ke rumah. Kemungkinan kita berangkat tigas hari lagi." Kita?  "Aku mau berangkat sendiri." Bayu fokus mengetik dengan laptopnya. Ia menjawab tanpa menoleh ke arah Flora. "Aku sekalian ikut buat jagain kamu." "Aku ke rumah teman SMA di Jogja. Nginep di keluarganya. Jadi pasti aman." Bayu tampak menghela napasnya dan mengalihkan pandangan dari laptop menjadi pandangan lurus ke depan. Flora menanti reaksi lelaki itu. "Aku ikut, Ra." Flora dalam hati mengumpat karena lelaki itu tetap saja bersikeras ikut.  Baiklah tidak masalah. Flora akan terus mencoba. "Kalo kamu ikut, aku nggak bisa nginep di rumah keluarganya karena bawa suami. Aku kangen sama keluarganya temenku. Udah akrab dari SMA." Bayu menoleh Flora dan langsung mempertanyakan apa yang ada di pikirannya. "Akrab sama keluarga temen SMAmu yang di Jogja?" "Iya. Dulu mereka tinggal di Lampung. Pas aku kuliah, pindah lagi ke Jogja." Bayu mengangguk paham. "Kita kan bisa nginep di hotel." Sebenarnya Bayu ini paham atau tidak kalimat yang tadi Flora ucapkan. Flora sudah jelas-jelas memberi tahu bahwa dirinya rindu dengan keluarga Saras. Justru Bayu menawarkan menginap di hotel. "Aku pengen tinggal di rumah keluarganya. Kangen!"  Akhirnya Flora tidak tahan untuk menaikkan nada suaranya. "Kalo gitu nanti kamu di rumah keluarganya beberapa hari. Sisanya di hotel. Nggak enak nginep lama-lama padahal kamu bawa suami." "Kalo gitu Om nggak usah ikut." "Kalo aku nggak ikut, kamu nggak berangkat." Flora membulatkan matanya karena terkejut bukan main.Ia tidak menduga bahwa Bayu akan memberikan ancaman seperti itu. Sungguh menyebalkan sekali. "Ngancem?" tanya Flora kesal. "Uang di aku, Ra." Sungguh Flora benar-benar kesal. Bisa-bisanya Bayu memanfaatkan jabatannya sebagai pemegang uang disini. Itu sama saja dengan Bayu tidak mengizinkan Flora pergi liburan. Ia ingin berlibur dan menikmati hidup. Kenapa susah sekali, sih? Padahal hanya tinggal pergi ke Jogja saja sendirian. Kenapa Bayu harus repot-repot ikut? "Jadi Om nggak ngizinin aku ke Jogja dan nggak akan kasih uang?"  "Ngizinin, Ra. Tapi kamu berangkat bareng aku." "Terserah." Flora mengambil ponsel dan bangkit dari duduknya kemudian hendak melangkah keluar kamar. Bayu dengan gesit meletakkan laptop yang dipangkunya kemudian melompat turun dari kasur. Ia menarik lengan Flora dan menahan agar gadis itu tidak pergi. Kemana pun niat gadis itu, pasti Flora akan merajuk seperti ketika pertama mereka sampai di rumah ini.  "Ra. Maksud aku bukan ngancem kamu atau apapun. Tapi biar kita pergi sama-sama, oke?"  Bayu menahan tangan Flora dan berbicara selembut mungkin. Sungguh ia tidak berniat mengancam Flora atau pun melarang gadis itu pergi. Bayu hanya ingin Flora menuruti keinginannya terkait liburan mereka ke Jogja. "Aku ada villa di Jogja. Kita pergi kesana setelah kamu ketemu temenmu dan keluarga temennya." Flora dengan wajah cemberutnya menatap Bayu dengan kesal. Sesungguhnya ia merasa tertarik dengan villa yang dimiliki Bayu. Ia penasaran dimana letak villa itu dan seperti apa suasana villanya. Akan tetapi, ia harus bersikap jual mahal sedikit, kan? Minimal dengan mengulur waktu. "Om, lepasin." pinta Flora berusaha melepaskan tangan Bayu yang mencekal tangannya. "Ra. Maaf. Tolong maafin aku ya. Aku nggak bermaksud." Flora memutar bola matanya malas. Baiklah, sepertinya lain kali Flora harus memikirkan cara ngambek yang lebih oke agar Bayu mau mengikuti kemauannya. Untuk saat ini Flora butuh uang Bayu agar bisa pergi liburan. Tidak papa jika Bayu ikut. Dengan begitu Flora bisa menghabiskan uang yang Bayu bawa.  "Oke. Kita berangkat lusa." Pada akhirnya Flora harus mengalah. Yang penting dia bisa pergi ke Jogja untuk menemui Saras. Dirinya semakin tidak sabar menceritakan tingkah Bayu yang menyebalkan kepada Saras. Lihat saja nanti di Jogja, Flora pasti akan meninggalkan Bayu terus-terusan. Dan ia tidak akan membiarkan Bayu merusak rencananya untuk menghabiskan waktu dengan Saras. Bayu juga tidak boleh mengikuti acara jalan-jalan Flora dan Saras. Terserah apa yang pria itu akan lakukan nantinya di Jogja sendirian.  "Ra. Lusa kita ke rumah. Jadi berangkatnya tiga hari lagi ya." "Rumah siapa?" "Rumah mama papa." Ah iya tadi Bayu sudah sempat memberitahukan perihal itu di awal. Flora jadi lupa dengan hal itu karena terlalu fokus memperjuangkan dia berangkat sendiri ke Jogja. Flora tiba-tiba menjadi khawatir. Ada gerangan apa nyonya Puteri Widjaja memntanya datang ke istana keluarga Widjaja itu. Rasanya Flora ingin langsung ke Jogja saja. Pasti dirinya akan diinterogasi selama berada di istana itu. Terlebih mama Bayu sangat ingin agar dirinya mempunyai momongan. Nyonya Puteri Widjaja sangat ingin agar Flora segera hamil. Demi Tuhan jangankan hamil dan memiliki anak, memiliki suami saja Flora masih belum siap dan sangat tidak siap. Ia sedang bertahan menyesuaikan diri. Jika Bayu segera menceraikannya makan itu akan terdengar baik. "Mama ngundang kenapa?" tanya Flora.  "Kangen sama kamu." Flora semakin curiga. Pasti ada sesuatu. Baru beberapa hari mereka tidak bertemu pasca acara pesta pernikahan. Apalagi pesan terakhir dari mertuanya itu yang Flora ingat adalah nyonya Puteri Widjaja tidak akan mengganggu waktu bulan madunya dengan Bayu. Meski mereka tidak berbulan madu, ini baru beberapa hari setelah mereka menikah dan mama mertuanya itu sudah ingin bertemu? Cepat sekali.  Flora sangat menyukai mama mertuanya sungguh karena beliau orang yang sangat baik. Hanya saja, ia masih belum siap dengan segala tuntutan mertuanya terhadap Flora semenjak Flora menjadi menantu keluarga Widjaja. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN