Bayu melangkah memasuki ruangannya. Ia melihat Fitri yang tengah menggerakkan jari-jarinya dengan cepat di atas keyboard. Sementara Fajar dan Seno tidak terlihat di ruangan ini. Pak Hendro juga nampaknya tengah mengajar jadi ruangan eksif pun lumayan sepi. Bayu tidak pernah berniat membuat minuman selama berada di ruangan ini. Hanya saja ia merasa tertarik ketika melihat dapur kecil-kecilan yang dibuat oleh para staf. Itu adalah ide Fajar karena dia suka membuat kopi untuk menemaninya bekerja. Sementara Pak Hendro yang juga pecinta kopi sangat mendukung ide tersebut. Seno suka membuat teh sementara Fitri senang membuat cokelat panas. Jadilah mereka patungan untuk membuat dapur mini itu. Sebenarnya mereka mengajukan agar mendapatkan fasilitas itu dari kampus hanya saja tidak disetujui. Jad

