-10-

1980 Kata

Hari ospek pun tiba, pukul 06.00 aku sudah berangkat dari rumah, aku berpamitan kepada Mas Fian, tanggapannya masih dingin. "Mas gak apa-apa ya, sarapan sendiri?" Dia bergeming, ah cepat-cepat saja ku tinggal pergi. Aku tak peduli, yang penting aku sudah pamit baik-baik dan sopan. "Neng Amel, mari saya antar!" kata lelaki paruh baya yang tidak lain adalah suami dari Bik Nani. "Nanti kalau Mas Fian?" "Perintah Mas Fian, Neng." Pak Asep membukakan aku pintu dengan santun. Dan akhirnya, aku diantar oleh Pak Asep, sopir pribadinya Mas Fian. Perjalanan yang ditempuh lumayan singkat, tidak sampai satu jam aku sampai di kampus. Seru sekali kegiatan ospek ini, wawasanku jadi terbuka luas, otakku yang selama ini mumet pun menjadi plong setelah bertemu dengan orang-orang baru. Tidak ada plo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN