Ketika adzan subuh berkumandang, usai mandi dan berpakaian rapi aku segera salat. Hari ini aku ingin berangkat lebih awal dari kemarin. "Jam segini kok sudah mau berangkat, Dek?" tanya Mas Fian. "Gak apa-apa, supaya santai aja nanti di sananya." "Ya udah sarapan dulu sana, kan semalam Dek Amel gak makan. Mas juga lapar, ingin sarapan sama-sama Dek Amel." "Aku belum lapar, Mas sarapan aja sendiri! Bik Nani udah bikinin bekal untuk aku." Mas Fian menatapku dengan tatapan sedih, mungkin hatinya merasa tersinggung atau kecewa karena aku tidak mengiyakan permintaannya. Tapi, bodo amatlah ya. Lagian dia kan udah tua, gak pantes kalau mau bertingkah kaya gitu. Bukannya imut, malah amit-amit. "Aku pergi dulu, Mas. Assalamualaikum." Kucium punggung tangannya dan berjalan cepat keluar dari ka

