-16-

1817 Kata

Laju mobil Dimas yang aku tumpangi tiba-tiba tersendat-sendat, lalu beberapa saat kemudian mogok dan sulit untuk distarter. "Duh, ada-ada saja." Dimas memukul pelan stir dan bergegas keluar untuk memeriksa mesin. Aku yang enggan turun karena di luar matahari sangat terik, pun lebih memilih untuk tetap stay duduk. Kulihat kap mobil dibuka oleh Dimas, untuk mengecek kerusakannya. Cukup lama ia mengutak-atik mesin, setelah dirasa menyerah ia pun kembali masuk. "Sayang, kita naik taksi online saja, kamu gak apa-apa?" tanyanya sembari mengambil ponsel dinatas dashboard. "Gak apa-apa, Sayang. Naik angkutan umum juga aku ayo, asal sama kamu, hehe." "Kamu jago banget gombal, so sweet," ujarnya terkekeh, sembari mengacak rambutku. "Haha, kamu mau telepon siapa, Yang?" "Derek, biar mobilny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN