*** Masih di meja makan yang sama, Finka sibuk menyuapi Zira meskipun putri tirinya itu bisa makan sendiri. Namun, Finka ingin menyuapinya karena merasa harus melakukannya. Zira tentu saja senang-senang saja. Ia bahagia bila dimanja oleh mamanya. Zira besryukur karena Finka sangat amat menyayanginya. “Mama makan juga dong,” ucap gadis kecil itu meminta pada Finka. “Iya, kamu makan juga sekalian,” sahut Dio ikut meminta Finka. Finka tampak menoleh padanya. Bingung karena mendengar suara Dio yang berubah lembut dan perhatian. Dio juga bingung dibuatnya. Pasalnya, ia juga tidak menyangka bisa mengatakan itu pada Finka. Semua terasa tiba-tiba baginya. Dio berdehem untuk mengalihkan suasana yang dirasa tak enak ini. Ia bahkan meraih air putihnya lantaran merasa tidak nyaman ditatap F

