Bab 36: Emosi

2113 Kata

*** Finka mendengus sebal mendengar ucapan Dio. Dirinya memang sengaja ingin membuat lelaki itu marah. Asal tahu saja, dengan begitu ia bisa perlahan membalaskan dendamnya. “Marah saja, Dio! Aku nggak peduli. Justru bahagia yang aku rasakan bila kamu kehilangan kesabaran,” katanya. Dio semakin geram. Entah kenapa ia ingin membungkam mulut Finka sekarang. Cara Finka bicara semakin membuatnya tak suka. Maka, dalam beberapa detik, Dio menarik Finka hingga perempuan itu menabrak dadanya. Dalam beberapa detik pula bibir Dio berlabuh di atas bibir Finka. Hanya cara ini yang Dio pikirkan agar Finka menutup mulutnya. Tanpa peduli pada protes yang coba Finka keluarkan, Dio pun melumat bibir Finka dengan kasar. Ini pelajaran bagi Finka karena tak ingin menuruti perintahnya. Dengan tegas Dion me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN