*** Finka masih mengemudikan mobilnya kala jarum jam pendek sudah menunjukkan pukul Sembilan malam. Perempuan berparas cantik itu belum kembali ke rumah sejak siang tadi. Ia bahkan mematikan ponselnya dengan sengaja. Tidak ada tujuan apapun. Finka hanya ingin menenangkan diri sejenak sebelum benar-benar memulai rencananya. Tadi siang, sebelum menyetir sendirian, Finka sempat mendengar bahwa Candra bersedia menjadi selingkuhannya demi menuntaskan dendam masa lalu yang telah lama membayanginya. Finka tahu semua itu Candra lakukan untuk Jia. Candra hanya ingin Jia bahagia dengan cara membantunya seperti ini. Finka cukup bersyukur, hanya saja ia khawatir masalah lain menghampiri di lain waktu. Namun, Finka tak ingin menolak bantuan ini karena memang sejak awal Finka menginginkannya. Itula

