*** Dio tiba-tiba merasakan penyesalan saat tidak menemukan Finka di mana-mana ketika ia kembali memutar stir mobilnya untuk menjemput istrinya itu. Dio tidak tahu kenapa ia melakukan ini, tetapi sekarang mobilnya sudah kembali ke tempat di mana ia menurunkan Finka. Namun, Finka tidak berada di sana lagi. Dio menarik rambutnya dengan kasar, merasa kesal pada sikapnya yang tidak dirinya mengerti. “Sialan!” ujar lelaki itu. Lalu kembali masuk ke dalam mobilnya. Menekan pedal gasnya kembali ke rumah setelah mencoba menghubungi nomor Finka, tetapi hanya ada suara operator yang menyahuti. “Papa? Mama mana?” Kepala Dio semakin pusing saat mendengar suara Zira. Putri kecilnya sudah bangun dan menanyakan di mana keberadaan Finka. Sekarang Dio benar-benar kesal, tetapi ia tak bisa menunjukka

