*** Dio mengeraskan rahangnya. Ia membalas tatapan tajam yang Finka berikan. Sudah dirinya putuskan akan mengikuti Finka dan Zira hari ini. “Aku ikut!” ujarnya seenaknya saja. Finka membolakan matanya. Sementara Zira bersorak girang. “Ayo, Pa!” ajaknya. Dio tersenyum senang. Ia mengangguk mantap. “Papa ganti baju dulu,” katanya. Sialan! Finka ingin sekali mengumpati Dio. Lelaki itu benar-benar menguji kesabarannya. Namun, jangan sangka Finka akan diam saja. “Loh, Ma, kita mau ke mana? Papa ditinggal? Papa lagi ganti baju,” protes Zira kala Finka tiba-tiba saja menggendongnya, dan membawanya ke dalam mobil. Lalu menyetir mobilnya tanpa Dio. “Biarin, nanti Papa nyusul. Hitung-hitung ngerjain Papa karena tadi Papa nggak mau liburan bareng kita,” balas Finka. Zira sempat mengerutk

