*** Drama mandi bersama sudah berlalu sejak Satu jam yang lalu, tetapi Finka masih saja merasa kesal pada Dio. Dirinya benar-benar tidak suka melihat tampang menyebalkan yang lelaki itu tunjukkan. Entah apa tujuan Dio sebenarnya. Entah hanya bermaksud mengerjainya saja atau mimiliki maksud lain yang tak ingin Finka mengerti. Bersama Lazira Jayadi, Finka pun menyiapkan makan malam. Tak ia hiraukan keberadaan Dio yang sedang menonton tv di ruang tamu. Finka menyibukan diri dengan dapurnya. Saat ini, ia belum meminta seorang asisten rumah tangga karena belum membutuhkannya. Lagi pula, Finka masih ingin menyiksa Dio. Finka senang melihat Dio mengemis sarapan ataupun makan malam kepadanya. Hal itu menjadi bagian dari balas dendam Finka. “Mama kenapa senyum-senyum sendili?” Finka menoleh

