Episode 10: Peleburan Inti

1016 Kata

Arya mengendarai mobilnya kembali ke Bandung. Jantungnya berdebar, bukan karena adrenalin mengejar waktu, tetapi karena Logika internalnya mengalami Reset Total. Ribuan kilometer kabel fiber optik yang telah ia bangun di benaknya semua Logika Statis, Firewall, dan Redundansi Emosional kini terasa seperti ilusi yang rapuh. Dika tidak memberinya ancaman. Ia memberinya cermin. Cermin yang memantulkan satu Kebenaran Logistik yang tak terhindarkan. Ketakutannya pada Loss telah menciptakan Loss terbesar di antara mereka. Arya menyadari bahwa ia telah mengemas cinta Lala dalam kotak kode yang sempurna, menolak mengakui bahwa cinta, seperti cahaya di serat optik, harus bebas mengalir, bahkan jika itu berarti akan ada Loss di sepanjang jalurnya. Ia mencintai Lala, tetapi ia takut pada Cahaya Beba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN