Beberapa jam sebelumnya.... Janied menerima telepon dari neneknya. Ia langsung mengangkat. “Hallo wanita cantik yang sangat Janied sayangi. Ada apakah gerangan menelepon?” Janied tidak bisa melihat namun ia bisa merasakan neneknya tersenyum. Entah senang dipanggil cantik atau mencoba maklum dengan gaya Janied mengangkat telepon. “Janied, apa kamu sibuk?” “Not really, nek.” “Album terbaru kamu bagaimana?” “Dua hari yang lalu baru aja selesai pembuatan video klip.” Janied tahu neneknya sedang berbasa-basi sehinnga ia langsung menabak, “Nenek kangen Janied ya?” “Hmm... kangen tidak ya.” Janied mengeluarkan suara seperti merajuk, “Pasti nenek kangen Janied soalnya Janied juga kangen.” “Kalau begitu mau makan siang hari ini?” “Hari ini ya, nek?” “Ya, karena besok nenek akan kembali k

