1 tahun kemudian.... “Aku liat kamu. Pakai baju hitam, kan?” Saima menyeret kopernya di tangan kiri sedangkan tangan kanannya menahan ponsel di telinga. Saima berhenti berjalan untuk melambaikan tangan—lebih jelasnya membalas lambaian dari seorang pria yang tersenyum kepadanya. “Tunggu di situ.” Janied mematikan telepon, berjalan sedikit cepat menghampiri Saima yang baru saja melakukan penerbangan lebih dari 18 jam namun tidak ada gurat lelah di wajah cantiknya. “Hai,” sapa Janied tepat di hadapan Saima dan langsung merengkuh perempuan itu yang merentangkan tangannya minta dipeluk. “Welcome home,” bisik Janied sembari mengecup pipi Saima. Saima terkekeh, “Aku cuma pulang sebentar.” Pelukan itu terlepas, Janied menatapnya. “Tetap aja kamu pulang.” Saima mengangguk, mengambil tempat fa

