“Gue udah bilang, kan? Jangan bikin gue marah.” Juna berkata dengan nada bicaranya yang terlewat datar saat dirinya tengah memakai pakaiannya yang semalam ia lucuti. Jane tengah menangis di atas kasurnya. Ia tak pernah menyangka jika Juna akam melakukan hal itu padanya. Harusnya pagi ini ia sudah mandi dan bersiap-siap untuk jadwal kampusnya. Namun pagi ini ia malah terbangun tanpa busana. “Lo jahat!” seru Jane di sela-sela tangisnya. “Jahat?” Juna yang berhasil meloloskan bajunya dari kepalanya itu mendengus. “Bukannya semalem lo pengen banget ngelakuin itu sama Claude?” Jane menutup kedua telinganya. Ia tak mau mendengar perkataan Juna. Semalam ia hanya gelap mata. Ia tak tahu jika ketika pagi tiba, penyesalan lah yang akan pertama kali menyambutnya. “Kenapa tutup kuping?” Juna terl

