“Sebentar. Gue … gue juga mau ngomong sesuatu. Sebenernya ….” Sky menggantung kalimatnya. Claude menahan langkah kakinya seperti Sky yang menahan dirinya untuk pergi meninggalkan gadis itu. Ia sendiri menerka-nerka, apa yang ingin Sky katakan karena gadis itu menggantung kalimatnya. “Sebenernya gu—” Dering ponsel Claude yang berbunyi nyaring itu memotong kalimat Sky. Padahal gadis itu butuh banyak sekali keberanian untuk mengungkapkannya. “Sebentar.” Dengan berat hati meski pun ia sendiri juga penasaran, Claude mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya. Nama Julian tertera di layar ponsel Claude yang menyala itu. Claude berdecak kesal karena Julian mengganggu pembicaraannya dengan Sky. “Apa?!” Claude menyapa Julian dengan suara ketusnya. “Lah, napa lo galak amat.” Tentu saja J

