Claude menuntun Sky, membimbing gadis itu untuk pergi ke mobilnya yang terparkir dengan rapi di parkiran kampus. Keadaan kampus yang sepi itu menjadi saksi bisu saat Claude benar-benar melakukan apa yang tadi ia katakan. Pemuda itu benar-benar memperlakukan Sky seolah Sky adalah barang antik yang ringkih nan rapuh. Claude membukakan pintu mobilnya untuk Sky. Tak lupa ia gunakan tangannya untuk melindungi kepala gadis itu agar tak terbentur. Saat Claude menutup pintunya dan berlari ke sisi mobil yang lain, Sky menghilangkan senyumannya. Ia benar-benar merasa bersalah karena sudah membohongi Claude. Semakin ia merasa bersalah, sisi dirinya yang lain malah semakin mengingatkannya pada Gabe. Ia akan mengkhianati kakaknya itu jika melepas seluruh hati dan rahasianya pada Claude. “Lo udah mak

